Jadilah Orang Yang Bermanfaat dan Menyenangkan, Hukum Hidup Adalah Hukum Kepercayaan
Share

Get This

Belajar Dari Permainan Bola Di PS

Posted by Cpoeng Alias Poe2ng on 07 Februari 2012

"Shoot to..!!" itulah kira-kira suara yang biasa terdengar dari rental PS di berbagai daerah. yah...permainan bola di konsol game terlaris ini sudah hampir mendarah daging dikalangan anak-anak kecil hingga bahkan bapak-bapak pun senang memainkan permainan di konsol ini. Konsol game buatan negara terbit matahari atau Jepang ini sudah hampir merajai seluruh belahan dunia dan semua orang menegtahui konsol game ini, namun tidak banyak yang bisa bermain konsol game ini terutama dari kalangan perempuan dan tentunya untuk permainan bola. 

Bila ditinjau dari segi bisnis, perusahaan konsol game ini tentunya sudah memperoleh laba yang signifikan, terlebih lagi untuk pasar Indonesia yang mayoritas penduduknya bersifat konsumtif, walaupun dari masyarakat Indonesia tidak semuanya dapat membeli konsol ini namun mereka dapat merasakan atmosfer permainan ini dengan cara merental ataupun menyewa di setiap penyewaan PS di tiap daerah. Coba anda liat di setiap daerah pasti minimal ada satu tempat penyewaan PS bahkan untuk daerah kampus ataupun sekolah pasti lebih banyak lagi penyewaan serupa di sana. Pasar Indonesia sungguh sangat menggiurkan bagi kalangan pebisnis dunia termasuk juga perusahaan elektronik SONY terutama untuk konsol game PS, meskipun bila dilihat dari sejarah muncul konsol game yang dahulu pernama PS1 terbilang masih muda dibandingkan konsol game laiunnya seperti Nintendo, Gameboy, dingdong, dll. namun PS dapat mengimbangi pasaran para pendahulunya dengan segala jenis permainan mulai dari arcade, sport, hingga hobby seperti memancaing atau memasak. Itulah mengapa PS lebih dikenal baik oleh masyarakat Indonesia ketimbang product konsol game lainnya, meskipun kita juga tidak dapat menutup atas prestasi yang sudah di raih konsol game lainnya yang sudah lebih dahulu eksis daripada SONY dengan konsol gamenya PS.
Berbica mengenai konsol game ini, saya juga termasuk penggila game terutama game permainan bola mulai dari Winning Eleven, FIFA, FM, ataupun PES sudah saya coba. saya sudah mengenal permainan ini sejak tahun 1999 an, ketika saya bertandang ke rumah tetangga saya dan melihat konsol game sedang dimainkan oleh tetangga saya  yang dahulu dikenal dengan nama PS1. Maka mulai dari situlah saya semakin keranjingan untuk bermain konsol game ini. Singkatnya meskipun saya sudah lama mengenal konsol game ini namun saya mengakui jika saya masih belum mahir memainkannya. Kalau dihitung saya sudah mengenal permainan ini hingga 10 tahun lamanya. Hal in dibuktikan ketika bulan kemarin saya diajak bermain permainan bola di PS oleh teman saya yang berasal dari sumatera dan sedang meneruskan pendidikan magisternya. Awalnya saya merasa PeDe dapat mengalahkannya dalam permainan ini, toh..saya pun sudah mengenal permainan ini sejak saya SD mana mungkin saya dapat dikalahkan. Kesombongan sudah merasuki diri ini dan ketika kami bermain permainan bola babak pertama saya dapat mengimbangi permainan teman saya, namun setelah istirahat minum babak kedua saya di babat habis dengan skor mencolok lebih dari 2 gol dan skor tidak terjadi sekali saja namun terjadi ketika saya memainkan pertandingan kedua, ketiga, hingga waktu penyewaan rental PS berakhir dan hasilnya saya merasakan kekalahan karena kesombongan saya. Saya merasa malu sudah sombong dan teringat dalam kepala sebuah kata bijak "Kesombongan tidak membawa kepada kebaikan" dan mulai saat itu saya belajar dari kesalahan saya.
Satu minggu kemudian teman saya mengajak saya bermain PS kembali, kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk membalas kekalahan saya di waktu lalu. singkatnya kami bermain selama dua jam. dan akhirnya saya dapat mengimbanginya walupun lebih banyak kalahnya. Dari permainan itu saya belajar untuk memperbaiki kesalahan saya ketika menghadapi teman saya. Saya melakukan evaluasi terhadap formasi, taktik, penyerangan, maupun komposisi pemain secara detail dan saya perkaya pengetahuan saya dengan membuka situs web dan melakukan simulasi di konsol game itu sekali-kali untuk menerapkan taktik saya dan hasilnya saya dapat mengalahkan permainan komputer. Lalu, seminggu kemudian saya mengajak teman saya untuk bermain PS kembali dan akhirnya setelah evaluasi dan pembaruan takti dan strategi saya lakukan saya dapat mengalahkan dan tentunya dapat mengimbangi permainannya. Maka dari sini saya memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari dunia, namun apabila kita dapat mengevaluasi, mengakali kegagalan itu serta tidak berlarut-larut dalam kegagalan Niscaya Keberhasilan dapat kita raih.
Peristiwa di Atas dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua yang hanya fokus terhadap kegagalan namun melupakan pelajaran dan esensi dari kegagalan itu. Pelajaran yang dapat kita ambil dari kegagalan itu adalah bahwasanya jangan takut akan kegagalan namun fokus terhadap keberhasilan. percayalah kegagalan itu adalah guru yang sangat tak ternilai harganya maka ketahui penyebab kegagalan anda, evaluasi, dan niatkan segala perbuatan anda untuk hal-hal yang baik dengan begitu lambat laun anda akan memperoleh keberhasilan yang tak terhingga. dan sebagai catatan ketika meraih keberhasilan jangan menjadi sombong, angkuh, ataupun ujub diri karena percayalah kesombongan akan menghancurkan diri anda... Keep Spirit, Just Do it..!! :-) (Rahmat Pamungkas, CHC.)

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar